power of story tellingKekuatan dongeng terhadap pembentukan karakter anak.
Mendongeng itu menyenangkan
Mendongeng bisa dikatakan kegiatan yang sangat sederhana, mudah,
dan maknanya sangat luas. Namun kenyataannya, tidak semua orang mampu melakukannya.
Mendongeng adalah bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu hal
yang berkesan, menarik, punya nilai-nilai khusus serta punya tujuan khusus.
Cerita dan dongeng punya tujuan yang sama yaitu menyampaikan pesan-pesan moral
tanpa berkesan menggurui atau memaksakan pendapat.

Jenis-jenis dongeng
- Dongeng binatang
- Dongeng biasa
- Lelucon atau anekdot
- Dongeng berumus
Menurut Danardjaja dongeng adalah cerita rakyat lisan terdiri
atas more, Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi di masa
lampau dan dianggap suci oleh empunya cerita. Tokohnya adalah para dewa dan
setting tempat di alam lain.
Legenda hampir sama dengan mite, hanya dianggap suci, tokohnya
manusia dan terjadinya didunia tidak jarang para tokohnya sering dibantu oleh
makhluk halus atau sebangsa jin.
Anti Aaerbe dan Stitch Thomson mengelompokkan dongeng dalam
empat golongan besar.
1.Dongeng binatang
Dongeng binatang adalah dongeng
dengan tokoh binatang peliharaan atau binatang liar. Binatang-binatang dalam
cerita ini dapat berbicara dan berakal Budi pekerti seperti manusia. Di
negara-negara Eropa binatang yang sering menjadi tokoh adalah rubah, di Amerika
binatang itu adalah kelinci, di Indonesia binatang itu adalah kancil dan
Filipina binatang itu adalah kera. Semua tokoh biasanya mempunyai sifat
cerdik,licik dan jenaka.
2. Dongeng biasa
Dongeng biasa adalah jenis
dongeng dengan tokoh manusia dan biasanya adalah kisah suka suka seseorang
misalnya dongeng Joko kendil,bawang putih bawang merah.
3.lelucon dan anekdot
Lelucon atau anekdot adalah
dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengarnya maupun yang
menceritakannya. Meski demikian, bagi masyarakat atau orang yang menjadi
sasaran, dongeng ini dapat menimbulkan rasa sakit hati.
4.dongeng berumus
Dongeng berumus adalah
dongeng yang yang strukturnya terjadi terdiri dari pengulangan. Dongeng ini ini
ada 3 macam yaitu itu dongeng bertimbun banyak (kumulative tales), dongeng
untuk mempermainkan kan orang (catch tales), dan dongeng yang tidak mempunyai
akhir (endless tales).
Katagori
cerita atau kisah
1. satu kisah nabi dan rasul
2. kisah sahabat nabi
3. kisah para khalifah
4. kisah dari Alquran
Selain
dongeng cerita kisah juga dibagi ke dalam beberapa kategori diantaranya sebagai
berikut
1. Kisah nabi dan rasul
Kisah
nabi dan rasul adalah kisah cerita yang menggambarkan bagaimana kehidupan para
nabi dan rasul dari mulai dilahirkan atau diciptakan sampai akhir tugasnya atau
meninggal dunia. Menggambarkan bahwa setiap nabi dan umatnya selalu mendapatkan
tantangan dan ujian yang bermacam-macam sesuai karakter umat pada masanya.
Misalnya kisah 25 nabi dan rasul Allah yang wajib kita ketahui dan kita
imani
2. kisah
sahabat nabi
Kisah sahabat nabi adalah kisah cerita yang menggambarkan
bagaimana kehidupan para sahabat dari mulai lahir, semasa bersama Rasulullah
dan setelah Rasulullah meninggal dunia. Juga gambaran tentang akidah dan
keimanannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala titik serta kesetiaannya kepada
Rasulullah dalam membantu menyebarkan Islam ke pelosok dunia. Walaupun nyawa
sebagai taruhannya, demi agama Allah dan rasulnya mereka tidak segan-segan
untuk menunaikannya. Misalnya, kisah abu bakar, Utsman, Umar bin Khattab dan
sebagainya
3. Kisah
para khalifah
Kisah para khalifah adalah kisah
cerita yang menggambarkan masa kejayaan kaum muslimin titik diantara masa
kejayaan itu terjadi ketika mereka berada di bawah payung khilafah berselimut
syariat, dan menghirup udara segar ajaran Islam. Tak dipungkiri sinar kejayaan
islam itu pernah bercahaya dari barat hingga timur. Misalnya kisah Khulafaur
Rasyidin (Khalifah abu bakar, Umar, Usman, dan Ali) kisah khalifah Bani Umayyah
dan khalifah Bani Abbas.
4. Kisah
dari Alquran
Adalah kisah cerita yang diambil
dari Alquran kita kisah ini mempunyai keistimewaan dalam hal cita-cita yang
luhur, tujuan yang mulia, dan maksud yang agung tentang akhlak yang dapat
menyucikan jiwa dan lainnya. Terkadang kisah-kisah tersebut diungkapkan dengan
cara diskusi dan dalam kondisi yang mensyaratkan banyak hikmah dan pelajaran
bagi kita. Terkadang juga diungkapkan dengan nada ancaman dan peringatan
sebagaimana yang banyak terkandung dalam sejarah para rasul dan kaum mereka,
bangsa-bangsa dan para penguasa.
Alquran juga menyampaikan tentang orang-orang yang memperoleh
petunjuk, yang kemudian diberi kekuasaan di bumi ini oleh Allah.
Juga tentang orang-orang yang tersesat, yang kondisinya sangat
mengenaskan, negeri-negeri mereka hancur dan mereka tertempa azab serta
malapetaka titik Alquran menjadi pelajaran hidup orang-orang ini sebagai contoh
yang mengajak manusia untuk merenungi dan mengagungkan isi dari Alquran itu
sendiri titik kisah yang bisa kita ceritakan misalnya kisah nabi Adam, kisah
tentang nabi Nuh, keluarga Imran, dan lain-lain.
B. Manfaat dongeng untuk anak
Mendongeng bisa memikat dan
mendatangkan banyak manfaat, tidak hanya untuk anak-anak, orang tua yang orang
tua yang mendongeng atau guru pun sama-sama mendapatkan manfaat itik dongeng
Riris Sarumpaet, dongeng bermanfaat bagi orangtua sebagai pendongeng, dan tentu
saja untuk anak itu sendiri sebagai pendengar titik selain itu, dari berbagai
cara untuk mendidik anak dongeng merupakan cara yang ampuh dan efektif untuk
memberikan human touch atau sentuhan manusiawi dan sportivitas bagi anak. Allah
memerintahkan kepada rasulnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk
menceritakan tentang kisah nabi dan rasul terdahulu dengan umatnya Allah
berfirman dalam Alquran “ceritakanlah hai Muhammad kisah Ibrahim di dalam
alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi
seorang nabi surah” Al Maryam:41
“Dan ceritakanlah hai Muhammad
kepada mereka kisah Musa dalam Alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah
seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi surah al-(maryam ayat 51)
Dan masih banyak surah dan ayat
lain agar nabi Muhammad menceritakan kejadian masa lalu kepada umatnya. Melalui
dongeng juga jelajah cakrawala pemikiran anak akan menjadi lebih baik lebih
kritis dan cerdas anak juga bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan hal
yang mana yang tidak boleh ditiru.
5 manfaat dongeng untuk
anak
1.
merangsang kekuatan berpikir
2.
sebagai media yang efektif
3.
mengasah kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian
4.
menumbuhkan minat baca
5.
menumbuhkan rasa empati
1 merangsang kekuatan berpikir
semua dongeng atau cerita memiliki alur yang baik yang membawa pesan moral,
berisi tentang harapan cinta dan cita-cita sehingga anak dapat mengasah daya
pikir dan imajinasinya. Sebuah dongeng atau cerita harus bisa merangsang rasa
ingin tahu anak, siapa tokohnya? Apa yang terjadi kemudian? Ke mana dia pergi?
Apa yang dia lakukan anak akan tumbuh dan berkembang bersama dongeng yang
didengarnya. Rangsang dan mengunggah kekuatan berpikirnya. Hal ini belum tentu
dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi Anak dapat membentuk
visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan iya dapat membayangkan
seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut.
Lama-kelamaan anak-anak dapat melatih kreativitas nya sendiri.
2. sebagai media yang
efektif
Cerita atau dongeng merupakan
media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak,
bahkan untuk menumbuhkan rasa empati tipe misalnya nilai kejujuran, rendah
hati, kesetiakawanan, kerja keras. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah
menyerap berbagai nilai tersebut karena dongeng tidak bersikap memerintah atau
menggurui. Para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi
contoh atau teladan bagi anak.
3. Kepekaan anak terhadap
bunyi-bunyian
Saat mendongeng, bakat akrobatik
suara sangat berguna titik bagaimana menirukan suara orang tua yang lemah dan
gemetar, suara tokoh yang disegani, suara penjahat auman seekor singa suara
monyet yang ketakutan, suara ayam berkokok, suara ayam berkotek, suara mobil,
dan lainnya kita harus berusaha menghidupkan kata-kata yang dipilih pengarang
dengan sangat cermat. Kata-kata bisa jadi sangat mengagumkan jika diucapkan
dengan intonasi dan ekspresi yang berbeda hal ini akan mengasah pendengaran
anak terhadap nuansa bunyi-bunyian.
4.Menumbuhkan minat baca
dongeng dapat menjadi
langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak titik telah tertarik pada
berbagai dongeng yang diceritakan, anak diharapkan mulai menumbuhkan
ketertarikannya pada buku titik diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap
didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan sains
agama dan sebagainya.
5. Menumbuhkan rasa empati orangtua
tentunya ingin anak-anak yang
memiliki banyak pengetahuan yang berguna agar bisa memahami dan mempunyai rasa
empati terhadap orang lain. Itulah manfaat mendongeng tokoh-tokoh dalam buku
cerita atau yang disampaikan pendongeng akan terasa hidup. Anak akan terbiasa
dan mampu membedakan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Bahkan akan
menjadikan tokoh yang baik menjadi idolanya Dengan memahami tokoh, anak akan
memahami dirinya dia akan mulai berpikir dan akan mampu membedakan antara orang
baik dengan orang jahat, orang tua dengan anak-anak, laki-laki dengan perempuan
titik tentu saja akan menjadi pelajaran yang sangat berharga disaat anak tumbuh
dewasa dia akan belajar menghormati perbedaan
Keberhasilan dongeng tidak saja
ditentukan oleh daya rangsang imajinatif nya tapi juga kesadaran dan kemampuan
pedoman untuk menyajikan secara menarik. Untuk itu kita dapat menggunakan
berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita dengan sumber yang
dapat dibaca oleh orang tua atau guru sebelum
Menurut hollowel, ada nama pak
dongeng yang positif untuk anak, yaitu sebagai berikut.
- Mengembangkan imajinasi dan
memberikan pengalaman emosional yang mendalam
- Memuaskan kebutuhan ekspresi
- Menanamkan pendidikan moral
tanpa harus menggurui
- Menumbuhkan rasa humor yang
sehat
- Persiapkan apresiasi sastra
- Memperluas cakrawala khayalan
anak.
Manfaat
Dongeng untuk orang tua
Nuraini
seorang penulis buku buku parenting mengatakan bahwa dongeng memberikan
beberapa manfaat untuk anak titik pertama, menjadikan hubungan anak dan ibu
semakin dekat titik kedua sebagai sarana yang efektif untuk memberikan nilai-nilai
Tanpa mereka merasakan dinasehati secara langsung titik dan ketiga mencerdaskan
anak baik secara EQ (emotional quotient) maupun SQ (spiritual quotient)
Sebagian
besar manfaat dongeng tersebut diharapkan kepada orang tua atau guru untuk
lebih mempelajari cara mendongeng yang baik tanpa lupa menambah ilmu dengan
banyak membaca literatur dan selalu sabar agar pesan yang disampaikan dalam
dongeng dapat diterima oleh anak dengan baik.
Manfaat
dongeng bukan hanya dirasakan oleh anak-anak yang mendengarkan tapi juga bisa
dirasakan oleh sang pendongeng baik orangtua maupun guru di antaranya sebagai
berikut
1.menambahkan
pengetahuan
karena
cerita sangat berpengaruh terhadap perkembangan imajinasi tingkah laku dan
kata-kata anak maka orang tua atau guru tidak boleh bercerita dengan cerita
yang sembarangan agar cerita yang disampaikan membawa manfaat kepada orang maka
orang tua atau guru harus banyak membaca. Dengan sering banyak membaca maka
secara otomatis orang tua atau guru akan bertambah ilmu dan pengetahuannya.
2.
Dekat dengan anak dengan seringnya orang tua bercerita maka anak akan merasa
diperhatikan selain itu, hubungan orang tua dan anak juga terjalin akrab karena
terjadi interaksi dan komunikasi yang baik. Bahkan dapat menumbuhkan minat
belajar anak memberi nilai tambah kepada anak mengarahkan secara benar mengisi
tubuhnya dengan semangat dan motivasi yang meningkatkan kejeniusannya.
3.
Mudah memberikan pelajaran kebiasaan baik dan terpuji yang disampaikan melalui
dongeng itu kelak akan ditiru oleh anak-anak. Maka orang tua jangan
menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Disaat inilah orang tua dengan mudah
menyisipkan pesan moral atau pendidikan yang baik terhadap anaknya. Sungguh
kasihan kalau anak tidak memiliki kenangan manis berupa dongeng dari orang
tuanya, padahal mampu untuk memberikannya.
D.
Kendala dongeng
menurut
Nuraini biasanya beberapa kendala yang sering ditemui saat mendongeng adalah
sebagai berikut.
1. . Tidak bisa mendongeng
Beberapa
orang tua atau guru sering sekali kesulitan dalam membuat dongeng titik padahal
membuat dongeng itu sangat mudah contoh kita melihat buah mangga dari buah
mangga saja kita bisa membuat cerita berjam-jam atau belum lembar. Misalkan
kita cerita tentang mangga Indramayu. Orang tua atau guru bisa bercerita rasa buah
Indra bawa itu seperti apa bentuknya bagaimana bedanya dengan mangga yang lain
apa di kota Indramayu itu di mana dan sebagainya
2.
Malas
orang
tua malas mendongeng biasa karena kurang pengetahuan tentang dongeng, tidak
peduli terhadap anak atau kurangnya literatur yang dibaca sehingga begitu
kita-kita anak-anak sudah ngomong ah cerita itu kan sudah pernah didengar titik
b sakit ketika mendengar kata-kata itu kita jadi malas untuk mendongeng titik
dengan banyak kita menguasai dongeng dan banyak membaca literatur maka orang
tua atau guru akan semakin rajin untuk menyampaikan cerita kepada anak-anak.
3.
Sibuk
Mendongeng
tidak harus lama tapi bagaimana isi dongeng itu bermanfaat dan mudah dimengerti
jadi tidak ada istilah sibuk orang tua bisa mendongeng ketika anak mau tidur
atau sedang dimandikan contoh ketika ketika memandikan anak, kita bisa
menyampaikan cerita singkat tentang bahayanya kuman titik kuman sangat suka
kepada anak yang tidak mandi titik kuman membuat badan gatal-gatal dan akan
timbul bintik-bintik atau borok. Kuman bisa mati kalau mandi pakai sabun orang
tua bisa tambahkan sedikit diskusi misalkan aku mau menangis dan kabur ketika
ketika mandi pakai sabun aduh aku kapok Aku sakit aku pergi Aku takut dia pakai
sabun mandi aku kamu aku tidak akan kembali lagi.
4.CAPEK
Tidak
jarang terdengar keluhan yang keluar dari mulut orang tua atau guru nanti lagi
ya ceritanya Ibu sedang capek ketika mendengar kata itu sebenarnya anak akan
merasa kecewa. Mungkin suatu saat nanti kita tidak lagi diminta didongengkan
atau akan terbentuk rasa balas dendam dalam dirinya
5.Mempunyai ide
aduh
susah ya cari cerita bagaimana cari dinyamukin di antara orang tua atau guru
pernah bertanya demikian titik padahal sepertinya sudah disampaikan sebelumnya
membuat itu sangat mudah, bisa saja mengambil ide dari kehidupan binatang
seperti makannya, kebiasaannya, mengapa berkelahi, dan sebagainya bisa juga
tentang kebiasaan kita sehari-hari atau cerita tentang lingkungan di sekitar
kita sangat banyak ide cerita yang bisa di orang tua atau guru dapatkan guna
mendidik anak-anaknya untuk lebih baik.
Apa
yang perlu diperhatikan seorang pendongeng sebelum mendongeng satu keinginan
yang kuat untuk mendongeng 2 siap melakukan sehingga hasilnya tidak
setengah-setengah 3 bersuara lantang dan jelas 4 mau melakukannya dengan benar
5 dapat menciptakan suasana akrab hangat dan gembira. Mendongeng dengan buku
ada beberapa tips mendongeng dengan menggunakan buku di antaranya sebagai
berikut 1 diawali dengan doa 2 buku yang sederhana 3 buku bergambar 4 menguasai
materi cerita
Dongeng
dengan boneka alat peraga berupa boneka sangat cocok digunakan untuk anak-anak
usia 2 sampai 4 tahun karena anak sesuai ini lebih suka memperhatikan bonekanya
atau perbedaan suara yang disampaikan pendongeng ketimbang dia memperhatikan
atau mengikuti alur ceritanya. Menurut Simanjuntak boneka dapat digunakan
sebagai alat peraga untuk membawakan cerita kepada anak-anak karena boneka
merupakan objek yang dekat dengan mereka beberapa hal yang perlu kita
perhatikan ketika kita mendongeng adalah
1. Menggunakan
boneka
Memilih
boneka-boneka yang menarik dan sesuaikan dengan jumlah tokoh yang ada dalam
cerita usahakan antara boneka satu dengan lain berbeda baik dari bentuknya
pakaiannya maupun warnanya titik bisa juga mereka yang kita bawa hanya satu
digunakan sebagai teman diskusi, seperti yang dilakukan Kak Agus DS Oma kak ria
enes dan pengen dong yang lainnya. Usahakanlah boneka yang kita bawa sebagai
tokoh yang baik dan pintar
2 Memiliki suara yang berbeda
dengan memiliki suara yang berbeda dongeng
dapat menggunakan boneka akan lebih menarik dan dapat dinikmati anak-anak
dengan baik.
3 Diskusi aja anak-anak
untuk diskusi baik dengan
pendukungnya maupun dengan boneka yang dibawanya sehingga kita akan lebih hidup
dan anak-anak akan merasa ikut terlibat dalam sebuah cerita misalkan boneka
yang dibawa bernama Ahmad bisa bertanya tentang pakaian Ahmad, teman-teman baju
Ahmad bagus tidak Ahmad sedang bermain sama siapa mau bertema dengan Ahmad
tidak.
Tips tips agar dongeng menarik
11 tips agar dongeng menarik
1. diawali dengan doa
Setiap kita melakukan aktivitas
tentu kita menginginkan aktivitas itu sukses. Kunci yang utama kesuksesan
adalah memohon kepada Allah subhanahuwata’ala memohon melalui doa maka
berdoalah insyaallah Allah kesuksesan akan diraih.
2. Berdiri berdiri di tempat
strategis berdiri di tempat yang tepat sehingga semua pendengar dapat melihat
dengan jelas.
3. Suara harus lantang
Suara harus lantang dan jelas
tidak perlu berteriak untuk dapat dengan oleh semua anak sebagai audiens.
4.Penguasaan materi cerita
untuk menyajikan cerita dengan
baik maka harus betul-betul menguasai ceritanya sehingga tahu kapan harus
menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Jika
sedang bercerita tentang seorang yang sedang marah maka harus benar-benar
mendirikan orang sedang marah dengan muka agak sedikit seram.
5.
Gerakan tubuh
Tunjukkan gerakan yang sesuai
dengan cerita misalnya jika bercerita tentang seorang yang sedang berbisik
bukanlah gaya orang sedang berbisik
7.
Gerakan mata
hal yang tidak kalah penting dalam
bercerita adalah gerakan mata titik jangan sekali-sekali membiarkan mata
melawan ke angkasa. Tataplah mata Udin secara bergantian karena dengan tatapan
mata dapat menguasai seluruh audiens.
8.
Bergerak sesuai kebutuhan saja
tangan tidak memegang benda-benda yang tidak
berkaitan dengan cerita kecuali alat peraga. Mungkin kita pernah melihat orang
yang sedang berpidato atau berceramah tangannya dimasukkan ke saku celana dan
memegang kunci yang ada di saku celana itu sehingga kelihatan gerakan-gerakan
titik dengan gerakan itu dikhawatirkan akan mengakibatkan konsentrasi anak atau
organ menjadi tidak fokus.
9.
Tidak memutuskan cerita
Dengan teguran misalnya ada anak
sedang bermain, kemudian menunggunya maka cinta akan terputus. Lebih baik
memasukkan teguran itu dalam cerita yang penting yang terputus dan juga tidak
terputus jalan pikiran anak yang sedang asyik mendengarkannya.
10.
Jangan tergesa-gesa
Dengan tergesa-gesa maka
pesan-pesan yang disampaikan tidak akan tercapai titik kesan dongeng sebuah
hiburan juga akan hilang bahkan alur cerita tidak akan sempurna sehingga tujuan
dongeng untuk mendidik memberikan tauladan dan hiburan tidak akan dinikmati
secara sempurna.
11.
Pilihan kata
harus
memakai kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak audience titik tidak semua
anak anak yang mendengar dongeng mengerti dengan kata-kata asing seperti kata
inovasi globalisasi mekanisme ide atau kata lainnya untuk memudahkan anak-anak
mengerti dan diharapkan mendapatkan manfaat dari cerita yang kita sampaikan
maka gunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak.
Tips mendongeng dengan
cinta
1.siapkan menu menarik
2. tersenyumlah
3.hargai anak audiensi
4.jadilah aktor
5. bersahabat
Mempelajari suara-suara
tertentu
1. berlatih dengan cermin
2 berlatih dengan melihat
film
3. berlatih dengan melihat alam
4. berlatih dengan melihat tokoh
idola
Teknik mendongeng
untuk menjadikan dongeng terkesan
bagi anak-anak atau audience, maka dalam mendongeng perlu diperhatikan hal-hal
yang mendukung sehingga dongeng lebih menarik menjadi penolong yang baik
mendongeng yang baik tentu saja akan memberikan kesan yang baik juga buat yang
mendengarkannya salah satu agar cara mendongeng itu baik maka bentuknya harus
dapat menguasai materi dengan baik dan dapat membawakan dongeng dengan
semenarik mungkin menjadi yang baik
1.
pastikan kondisi fisik benda benda dalam keadaan baik
2.
berusaha berusaha untuk memfokuskan perhatian saat cerita
3.
menghayati cerita dengan sungguh-sungguh
4.
membuat singkatan cerita
5.
menyiapkan dan menyusun gambar-gambar peraga
6.
membuat puisi-puisi lagu kalau mampu
7.
memilih adegan menarik
8.
atur dan perhatikan artikulasi pengucapan kata-kata
9.
komunikatif
10. menjaga
kerahasiaan jalan cerita
11. terbuka
terhadap kritik dan saran
12. tidak
menyimpang dari etika-etika
13. Bersedia
belajar dari orang lain.
Hal yang harus diperhatikan saat
mendongeng
Tidaklah menjadi jaminan orang
yang sering berbicara di hadapan umum dapat tampil prima saat mendongeng dan
dihadapkan anak-anak titik selain harus punya keahlian secara khusus, kita juga
harus sering latihan minimal latihan sebelum pentas.
Menurut nowicki dan Duke, paling
tidak ada 6 harus perhatikan untuk membantu kita ketika berhadapan dengan
anak-anak yaitu sebagai berikut
- pola dan irama bicara
Pola dan irama suara juga harus
diatur dengan baik Oma kapan hari suara tinggi kapal suara rendah, kalau kita
sedang marah maka suara harus tinggi dan kalau sedang sedih suara harus rendah
atau suara setengah ditahan.
2.
Jarak jarak dengan audience
Jarak
danau dan juga perlu diperhatikan jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat
di usahakan berdiri di tengah-tengah atau berjalan-jalan di sekitar audiens.
3.
Gerak dan sikap tubuh
Gerak
dan sikap tubuh kita juga menambah dongeng menjadi lebih menarik karena anak
atau akan tahu bagaimana cara jalan orang baik dan bagaimana cara jalan orang
jahat.
4.
Kontak mata
Usahakan
kontak mata dengan audience sebelum memulai mendongeng, cobalah tatap seluruh
mata audiensi dengan wajah tersenyum sekali-kali didekati satu persatu audiensi
atau lebih mendekatkan diri dengan audience dan mereka pun akan merasa
diperhatikan.
5.
Suara saat berbicara
Intonasi
suara sangat penting dalam mendongeng karena hal ini yang menentukan apakah
dongeng ini menarik atau tidak, suara harus sesuai disesuaikan dengan karakter
orang yang ada dalam cerita, misalkan untuk orang baik-baik di jalan agak
lembut dan biru bahwa, atau toko orang jahat suaranya tinggi badan agak
serak-serak basah.
6.
Penampilan
Yang
tidak kalah pentingnya lagi adalah penampilan karena kesan pertama bagi audiens
adalah melihat penampilan kita, cobalah memakai pakaian rapi dan harum baik
memakai pakaian ciri khas suatu daerah, pakaian dengan memakai jas atau bisa
juga pakai yang menandakan ciri khas pendongeng
C.
Cara dan trik aman saat mendongeng
Setiap beli bercerita tentu saja
pendongeng menginginkan cerita yang didengarkan oleh anak-anak dengan baik dan
tertib. Biasanya orang yang sudah ahli dalam mendongeng lah yang akan mampu
melakukannya, sementara orang yang baru mendongeng akan terasa kikuk dan atau
kaku, bahkan cenderung terbata-bata atau terputus-putus. Hal ini biasanya
karena pendongeng belum siap secara mental atau belum siap dengan materi yang
akan dibawakan titik selain itu, biasanya faktor kesehatan pun akan berpengaruh
terhadap penampilan karena sakit fisiknya atau karena sakit perasaannya. Sering
juga orang mengatakan bahwa dongeng itu mudah, walaupun pada kenyataannya tidak
semua orang mampu melakukannya, seorang aktor hebat, pemain sinetron atau
pemain sandiwara sekali pun belum tentu akan mampu bercerita di hadapan
anak-anak dengan baik bahkan malah kelihatan kakut dan terlalu
Beda halnya dengan guru TK, Dia
bercerita dengan sangat luas karena mereka sudah memahami bagaimana berita.
Walaupun sebagian besar cinta ini bahkan kurang bervariasi misalnya antara
suara dan b tidak terlihat
Kita juga harus memperhatikan
bahwa dongeng bukalah bermain sandiwara atau guru yang sedang mengajar titik
mendongeng adalah menuturkan cerita, maka syarat yang utama yang harus dikuasai
pendongeng adalah menguasai dan hafalkan cerita yang disampaikan.
Bisa mendongeng biasa banyak
sekali hal-hal yang akan mengganggu jalannya cerita, misalnya gangguan listrik
mati anak menangis atau anak-anak bertanya tentang cerita yang sedang kita
bawakan. Untuk meminimalisasi gangguan tersebut maka kita harus mempunyai
beberapa trik agar selama berjuta tetap aman sebagai contoh kita sedang
bercerita tentang ayam, tiba-tiba Ada anak ada anak berkata, “kaki ayam saya
kemarin bertelur.”
Pertanyaannya tidak keluar dari
cerita yang kita bawakan maka kita bisa menyambungkan pertanyaan tadi ke anak
yang lainnya
“Ayo
siapa lagi yang punya?”
Akan
banyak anak menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda untuk menyempurnakan
jawaban dari anak-anak tadi maka kita bisa jelaskan misalkan
“Setelah
ayam dewasa atau besar nanti akan bertelur, seperti ayam punya si A.”
Kenali
audiens
A.
Secara fisik
B.
Secara emosional
C.
Secara intelektual
A.
Secara fisik
1. Usia 2 sampai 3 tahun
·
Berlari dan melompat
·
Belajar mengayuh sepeda roda tiga
·
Dapat membungkuk dengan mudah tanpa
terjatuh
·
Dapat memanjat
·
Dapat memegang pensil seperti
menulis.
·
Dapat menjalankan permainan mekanik
2. Usia 3-4tahun
·
Dapat berdiri dan melompat dengan satu
kaki.
·
Menangkap bola yang dipantulkan ke
lantai.
·
mengayuh dengan sepeda roda tiga.
·
Gigi susu sudah lengkap
·
naik dan turun tangga tanpa berpegangan
·
belajar memakai dan melepaskan pakaian
sendiri
3. Usia 4-5 tahun
· Melompat-lompat kecil tempat.
· menggantung berayun dan memanjat
· Dapak berguling ke depan
· Dapat berdiri satu kaki selama berapa saat.
· Suka menyanyi dan menari
B. Secara emosional
1.usia 2-3 tahun
·
Mengingat peristiwa-peristiwa yang
terjadi pada dirinya
- Takut dengan orang asing.
- memperlihatkan rasa
cemburu
- Percaya dengan sebayanya.
- Memperlihatkan rasa empati pada
teman bermainnya.
- Marah jika nilainya
diganggu.
2.usia 3-4 tahun
- sedikit sulit membedakan antara
khayalan dan kenyataan
- membayangkan bayangan
aneh tak dikenal dengan monster.
- Marah atau mengamuk jika
keinginannya tak terpenuhi
- dapat merundingkan
pemecahan masalah
- menjadi semakin mandiri.
Usia 4-5 tahun
- Ingin menenangkan teman atau ingin
bersama dengan teman
- Lebih siap untuk mengikuti
peraturan
- dapat ditinggal pergi
oleh orang tua
- Tanpa menangis.
- Dapat membedakan rangkaian dan
kenyataan
- murung dan gelisah saat
menghadapi masalah
- kadang keras kepala dan sangat
menuntut.
C secara intelektual
1.Usia 2 - 3 tahun
·
dapat menyatakan nama, usia dan jenis kelamin sendiri
·
mulai mengajukan pertanyaan
·
mengatakan keinginan
·
berbicara cukup baik sehingga orang asing pun dapat memahami
sebagian besar kata-katanya.
2.usia 3-4 tahun
- Mulai menyalin huruf-huruf
besar.
- Dapat membedakan beberapa
warna.
- Mengetahui sejumlah
bilangan.
- Mulai memiliki konsep
waktu
- dapat berbicara
3 usia 4-5 tahun
- Memahami konsep waktu dengan
lebih baik.
- Memahami konsep perhitungan
dengan lebih baik
- membaca dapat membaca huruf
dengan mengeja
- melakukan permainan kartu atau
dengan papan
- dapat menggunakan sendok
dan garpu
Komentar
Posting Komentar