power of story tellingKekuatan dongeng terhadap pembentukan karakter anak.

Mendongeng itu menyenangkan

Mendongeng bisa dikatakan kegiatan yang sangat sederhana, mudah, dan maknanya sangat luas. Namun kenyataannya, tidak semua orang mampu melakukannya.  Mendongeng adalah bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu hal yang berkesan, menarik, punya nilai-nilai khusus serta punya tujuan khusus. Cerita dan dongeng punya tujuan yang sama yaitu menyampaikan pesan-pesan moral tanpa berkesan menggurui atau memaksakan pendapat.

 

Jenis-jenis dongeng

  1. Dongeng binatang 
  2. Dongeng biasa 
  3. Lelucon atau anekdot
  4. Dongeng berumus

 

Menurut Danardjaja dongeng adalah cerita rakyat lisan terdiri atas more, Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi di masa lampau dan dianggap suci oleh empunya cerita. Tokohnya adalah para dewa dan setting tempat di alam lain.

Legenda hampir sama dengan mite, hanya dianggap suci, tokohnya manusia dan terjadinya didunia tidak jarang para tokohnya sering dibantu oleh makhluk halus atau sebangsa jin.

 

Anti Aaerbe dan Stitch Thomson mengelompokkan dongeng dalam empat golongan besar.

 

1.Dongeng binatang

 

Dongeng binatang adalah dongeng dengan tokoh binatang peliharaan atau binatang liar. Binatang-binatang dalam cerita ini dapat berbicara dan berakal Budi pekerti seperti manusia.  Di negara-negara Eropa binatang yang sering menjadi tokoh adalah rubah, di Amerika binatang itu adalah kelinci, di Indonesia binatang itu adalah kancil dan Filipina binatang itu adalah kera. Semua tokoh biasanya mempunyai sifat cerdik,licik dan jenaka.

 

 

2. Dongeng biasa 

 

 Dongeng biasa adalah jenis dongeng dengan tokoh manusia dan biasanya adalah kisah suka suka seseorang misalnya dongeng Joko kendil,bawang putih bawang merah.

 

3.lelucon dan anekdot

 

Lelucon atau anekdot adalah dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengarnya maupun yang menceritakannya. Meski demikian, bagi masyarakat atau orang yang menjadi sasaran, dongeng ini dapat menimbulkan rasa sakit hati.

 

4.dongeng berumus

 

 Dongeng berumus adalah dongeng yang yang strukturnya terjadi terdiri dari pengulangan. Dongeng ini ini ada 3 macam yaitu itu dongeng bertimbun banyak (kumulative tales), dongeng untuk mempermainkan kan orang (catch tales), dan dongeng yang tidak mempunyai akhir (endless tales).

 

Katagori cerita atau kisah

 

1.     satu kisah nabi dan rasul

2.      kisah sahabat nabi 

3.      kisah para khalifah 

4.      kisah dari Alquran

Selain dongeng cerita kisah juga dibagi ke dalam beberapa kategori diantaranya sebagai berikut 

1.     Kisah nabi dan rasul

Kisah nabi dan rasul adalah kisah cerita yang menggambarkan bagaimana kehidupan para nabi dan rasul dari mulai dilahirkan atau diciptakan sampai akhir tugasnya atau meninggal dunia. Menggambarkan bahwa setiap nabi dan umatnya selalu mendapatkan tantangan dan ujian yang bermacam-macam sesuai karakter umat pada masanya. Misalnya kisah 25 nabi dan rasul Allah yang wajib kita ketahui dan kita imani 



2.     kisah sahabat nabi

Kisah sahabat nabi adalah kisah cerita yang menggambarkan bagaimana kehidupan para sahabat dari mulai lahir, semasa bersama Rasulullah dan setelah Rasulullah meninggal dunia. Juga gambaran tentang akidah dan keimanannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala titik serta kesetiaannya kepada Rasulullah dalam membantu menyebarkan Islam ke pelosok dunia. Walaupun nyawa sebagai taruhannya, demi agama Allah dan rasulnya mereka tidak segan-segan untuk menunaikannya. Misalnya, kisah abu bakar, Utsman, Umar bin Khattab dan  sebagainya

 



3.     Kisah para khalifah

 

Kisah para khalifah adalah kisah cerita yang menggambarkan masa kejayaan kaum muslimin titik diantara masa kejayaan itu terjadi ketika mereka berada di bawah payung khilafah berselimut syariat, dan menghirup udara segar ajaran Islam. Tak dipungkiri sinar kejayaan islam itu pernah bercahaya dari barat hingga timur. Misalnya kisah Khulafaur Rasyidin (Khalifah abu bakar, Umar, Usman, dan Ali) kisah khalifah Bani Umayyah dan khalifah Bani Abbas. 



4.     Kisah dari Alquran

 

Adalah kisah cerita yang diambil dari Alquran kita kisah ini mempunyai keistimewaan dalam hal cita-cita yang luhur, tujuan yang mulia, dan maksud yang agung tentang akhlak yang dapat menyucikan jiwa dan lainnya. Terkadang kisah-kisah tersebut diungkapkan dengan cara diskusi dan dalam kondisi yang mensyaratkan banyak hikmah dan pelajaran bagi kita. Terkadang juga diungkapkan dengan nada ancaman dan peringatan sebagaimana yang banyak terkandung dalam sejarah para rasul dan kaum mereka, bangsa-bangsa dan para penguasa.

Alquran juga menyampaikan tentang orang-orang yang memperoleh petunjuk, yang kemudian diberi kekuasaan di bumi ini oleh Allah.

Juga tentang orang-orang yang tersesat, yang kondisinya sangat mengenaskan, negeri-negeri mereka hancur dan mereka tertempa azab serta malapetaka titik Alquran menjadi pelajaran hidup orang-orang ini sebagai contoh yang mengajak manusia untuk merenungi dan mengagungkan isi dari Alquran itu sendiri titik kisah yang bisa kita ceritakan misalnya kisah nabi Adam, kisah tentang nabi Nuh, keluarga Imran, dan lain-lain.

 

B. Manfaat dongeng untuk anak

 

Mendongeng bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, tidak hanya untuk anak-anak, orang tua yang orang tua yang mendongeng atau guru pun sama-sama mendapatkan manfaat itik dongeng Riris Sarumpaet, dongeng bermanfaat bagi orangtua sebagai pendongeng, dan tentu saja untuk anak itu sendiri sebagai pendengar titik selain itu, dari berbagai cara untuk mendidik anak dongeng merupakan cara yang ampuh dan efektif untuk memberikan human touch atau sentuhan manusiawi dan sportivitas bagi anak. Allah memerintahkan kepada rasulnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk menceritakan tentang kisah nabi dan rasul terdahulu dengan umatnya Allah berfirman dalam Alquran “ceritakanlah hai Muhammad kisah Ibrahim di dalam alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi surah” Al Maryam:41

 

“Dan ceritakanlah hai Muhammad kepada mereka kisah Musa dalam Alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi surah al-(maryam ayat 51)

Dan masih banyak surah dan ayat lain agar nabi Muhammad menceritakan kejadian masa lalu kepada umatnya. Melalui dongeng juga jelajah cakrawala pemikiran anak akan menjadi lebih baik lebih kritis dan cerdas anak juga bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan hal yang mana yang tidak boleh ditiru.

5 manfaat dongeng untuk anak 

1.      merangsang kekuatan berpikir 

2.     sebagai media yang efektif 

3.     mengasah kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian

4.      menumbuhkan minat baca 

5.     menumbuhkan rasa empati

1 merangsang kekuatan berpikir semua dongeng atau cerita memiliki alur yang baik yang membawa pesan moral, berisi tentang harapan cinta dan cita-cita sehingga anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Sebuah dongeng atau cerita harus bisa merangsang rasa ingin tahu anak, siapa tokohnya? Apa yang terjadi kemudian? Ke mana dia pergi? Apa yang dia lakukan anak akan tumbuh dan berkembang bersama dongeng yang didengarnya. Rangsang dan mengunggah kekuatan berpikirnya. Hal ini belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan iya dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak-anak dapat melatih kreativitas nya sendiri.

2.  sebagai media yang efektif

Cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati tipe misalnya nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena dongeng tidak bersikap memerintah atau menggurui. Para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.

3. Kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian

Saat mendongeng, bakat akrobatik suara sangat berguna titik bagaimana menirukan suara orang tua yang lemah dan gemetar, suara tokoh yang disegani, suara penjahat auman seekor singa suara monyet yang ketakutan, suara ayam berkokok, suara ayam berkotek, suara mobil, dan lainnya kita harus berusaha menghidupkan kata-kata yang dipilih pengarang dengan sangat cermat. Kata-kata bisa jadi sangat mengagumkan jika diucapkan dengan intonasi dan ekspresi yang berbeda hal ini akan mengasah pendengaran anak terhadap nuansa bunyi-bunyian.

4.Menumbuhkan minat baca

 dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak titik telah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku titik diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan sains agama dan sebagainya.

5.     Menumbuhkan rasa empati orangtua 

tentunya ingin anak-anak yang memiliki banyak pengetahuan yang berguna agar bisa memahami dan mempunyai rasa empati terhadap orang lain. Itulah manfaat mendongeng tokoh-tokoh dalam buku cerita atau yang disampaikan pendongeng akan terasa hidup. Anak akan terbiasa dan mampu membedakan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Bahkan akan menjadikan tokoh yang baik menjadi idolanya Dengan memahami tokoh, anak akan memahami dirinya dia akan mulai berpikir dan akan mampu membedakan antara orang baik dengan orang jahat, orang tua dengan anak-anak, laki-laki dengan perempuan titik tentu saja akan menjadi pelajaran yang sangat berharga disaat anak tumbuh dewasa dia akan belajar menghormati perbedaan

 

Keberhasilan dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatif nya tapi juga kesadaran dan kemampuan pedoman untuk menyajikan secara menarik. Untuk itu kita dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita dengan sumber yang dapat dibaca oleh orang tua atau guru sebelum

Menurut hollowel, ada nama pak dongeng yang positif untuk anak, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengembangkan imajinasi dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam
  2. Memuaskan kebutuhan ekspresi
  3. Menanamkan pendidikan moral tanpa harus menggurui
  4. Menumbuhkan rasa humor yang sehat
  5. Persiapkan apresiasi sastra
  6. Memperluas cakrawala khayalan anak.

 

Manfaat Dongeng untuk orang tua 

Nuraini seorang penulis buku buku parenting mengatakan bahwa dongeng memberikan beberapa manfaat untuk anak titik pertama, menjadikan hubungan anak dan ibu semakin dekat titik kedua sebagai sarana yang efektif untuk memberikan nilai-nilai Tanpa mereka merasakan dinasehati secara langsung titik dan ketiga mencerdaskan anak baik secara EQ (emotional quotient) maupun SQ (spiritual quotient)

Sebagian besar manfaat dongeng tersebut diharapkan kepada orang tua atau guru untuk lebih mempelajari cara mendongeng yang baik tanpa lupa menambah ilmu dengan banyak membaca literatur dan selalu sabar agar pesan yang disampaikan dalam dongeng dapat diterima oleh anak dengan baik.

 

Manfaat dongeng bukan hanya dirasakan oleh anak-anak yang mendengarkan tapi juga bisa dirasakan oleh sang pendongeng baik orangtua maupun guru di antaranya sebagai berikut 

1.menambahkan pengetahuan

 karena cerita sangat berpengaruh terhadap perkembangan imajinasi tingkah laku dan kata-kata anak maka orang tua atau guru tidak boleh bercerita dengan cerita yang sembarangan agar cerita yang disampaikan membawa manfaat kepada orang maka orang tua atau guru harus banyak membaca. Dengan sering banyak membaca maka secara otomatis orang tua atau guru akan bertambah ilmu dan pengetahuannya.

2. Dekat dengan anak dengan seringnya orang tua bercerita maka anak akan merasa diperhatikan selain itu, hubungan orang tua dan anak juga terjalin akrab karena terjadi interaksi dan komunikasi yang baik. Bahkan dapat menumbuhkan minat belajar anak memberi nilai tambah kepada anak mengarahkan secara benar mengisi tubuhnya dengan semangat dan motivasi yang meningkatkan kejeniusannya.

3. Mudah memberikan pelajaran kebiasaan baik dan terpuji yang disampaikan melalui dongeng itu kelak akan ditiru oleh anak-anak. Maka orang tua jangan menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Disaat inilah orang tua dengan mudah menyisipkan pesan moral atau pendidikan yang baik terhadap anaknya. Sungguh kasihan kalau anak tidak memiliki kenangan manis berupa dongeng dari orang tuanya, padahal mampu untuk memberikannya.

 

D. Kendala dongeng

menurut Nuraini biasanya beberapa kendala yang sering ditemui saat mendongeng adalah sebagai berikut.

1.     . Tidak bisa mendongeng

Beberapa orang tua atau guru sering sekali kesulitan dalam membuat dongeng titik padahal membuat dongeng itu sangat mudah contoh kita melihat buah mangga dari buah mangga saja kita bisa membuat cerita berjam-jam atau belum lembar. Misalkan kita cerita tentang mangga Indramayu. Orang tua atau guru bisa bercerita rasa buah Indra bawa itu seperti apa bentuknya bagaimana bedanya dengan mangga yang lain apa di kota Indramayu itu di mana dan sebagainya

2. Malas

 orang tua malas mendongeng biasa karena kurang pengetahuan tentang dongeng, tidak peduli terhadap anak atau kurangnya literatur yang dibaca sehingga begitu kita-kita anak-anak sudah ngomong ah cerita itu kan sudah pernah didengar titik b sakit ketika mendengar kata-kata itu kita jadi malas untuk mendongeng titik dengan banyak kita menguasai dongeng dan banyak membaca literatur maka orang tua atau guru akan semakin rajin untuk menyampaikan cerita kepada anak-anak.

3. Sibuk

 

Mendongeng tidak harus lama tapi bagaimana isi dongeng itu bermanfaat dan mudah dimengerti jadi tidak ada istilah sibuk orang tua bisa mendongeng ketika anak mau tidur atau sedang dimandikan contoh ketika ketika memandikan anak, kita bisa menyampaikan cerita singkat tentang bahayanya kuman titik kuman sangat suka kepada anak yang tidak mandi titik kuman membuat badan gatal-gatal dan akan timbul bintik-bintik atau borok. Kuman bisa mati kalau mandi pakai sabun orang tua bisa tambahkan sedikit diskusi misalkan aku mau menangis dan kabur ketika ketika mandi pakai sabun aduh aku kapok Aku sakit aku pergi Aku takut dia pakai sabun mandi aku kamu aku tidak akan kembali lagi.

 

 

 

4.CAPEK

 

Tidak jarang terdengar keluhan yang keluar dari mulut orang tua atau guru nanti lagi ya ceritanya Ibu sedang capek ketika mendengar kata itu sebenarnya anak akan merasa kecewa. Mungkin suatu saat nanti kita tidak lagi diminta didongengkan atau akan terbentuk rasa balas dendam dalam dirinya

5.Mempunyai ide

aduh susah ya cari cerita bagaimana cari dinyamukin di antara orang tua atau guru pernah bertanya demikian titik padahal sepertinya sudah disampaikan sebelumnya membuat itu sangat mudah, bisa saja mengambil ide dari kehidupan binatang seperti makannya, kebiasaannya, mengapa berkelahi, dan sebagainya bisa juga tentang kebiasaan kita sehari-hari atau cerita tentang lingkungan di sekitar kita sangat banyak ide cerita yang bisa di orang tua atau guru dapatkan guna mendidik anak-anaknya untuk lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa yang perlu diperhatikan seorang pendongeng sebelum mendongeng satu keinginan yang kuat untuk mendongeng 2 siap melakukan sehingga hasilnya tidak setengah-setengah 3 bersuara lantang dan jelas 4 mau melakukannya dengan benar 5 dapat menciptakan suasana akrab hangat dan gembira. Mendongeng dengan buku ada beberapa tips mendongeng dengan menggunakan buku di antaranya sebagai berikut 1 diawali dengan doa 2 buku yang sederhana 3 buku bergambar 4 menguasai materi cerita

Dongeng dengan boneka alat peraga berupa boneka sangat cocok digunakan untuk anak-anak usia 2 sampai 4 tahun karena anak sesuai ini lebih suka memperhatikan bonekanya atau perbedaan suara yang disampaikan pendongeng ketimbang dia memperhatikan atau mengikuti alur ceritanya. Menurut Simanjuntak boneka dapat digunakan sebagai alat peraga untuk membawakan cerita kepada anak-anak karena boneka merupakan objek yang dekat dengan mereka beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika kita mendongeng adalah

 

1.      Menggunakan boneka

Memilih boneka-boneka yang menarik dan sesuaikan dengan jumlah tokoh yang ada dalam cerita usahakan antara boneka satu dengan lain berbeda baik dari bentuknya pakaiannya maupun warnanya titik bisa juga mereka yang kita bawa hanya satu digunakan sebagai teman diskusi, seperti yang dilakukan Kak Agus DS Oma kak ria enes dan pengen dong yang lainnya. Usahakanlah boneka yang kita bawa sebagai tokoh yang baik dan pintar 

2 Memiliki suara yang berbeda

 dengan memiliki suara yang berbeda dongeng dapat menggunakan boneka akan lebih menarik dan dapat dinikmati anak-anak dengan baik.

3 Diskusi aja anak-anak

untuk diskusi baik dengan pendukungnya maupun dengan boneka yang dibawanya sehingga kita akan lebih hidup dan anak-anak akan merasa ikut terlibat dalam sebuah cerita misalkan boneka yang dibawa bernama Ahmad bisa bertanya tentang pakaian Ahmad, teman-teman baju Ahmad bagus tidak Ahmad sedang bermain sama siapa mau bertema dengan Ahmad tidak.

 

Tips tips agar dongeng menarik

11 tips agar dongeng menarik

1.     diawali dengan doa

Setiap kita melakukan aktivitas tentu kita menginginkan aktivitas itu sukses. Kunci yang utama kesuksesan adalah memohon kepada Allah subhanahuwata’ala memohon melalui doa maka berdoalah insyaallah Allah kesuksesan akan diraih.

2. Berdiri berdiri di tempat strategis berdiri di tempat yang tepat sehingga semua pendengar dapat melihat dengan jelas.

3. Suara harus lantang 

Suara harus lantang dan jelas tidak perlu berteriak untuk dapat dengan oleh semua anak sebagai audiens.

4.Penguasaan materi cerita

untuk menyajikan cerita dengan baik maka harus betul-betul menguasai ceritanya sehingga tahu kapan harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Jika sedang bercerita tentang seorang yang sedang marah maka harus benar-benar mendirikan orang sedang marah dengan muka agak sedikit seram.

5.               Gerakan tubuh 

Tunjukkan gerakan yang sesuai dengan cerita misalnya jika bercerita tentang seorang yang sedang berbisik bukanlah gaya orang sedang berbisik

 

 

 

7.               Gerakan mata 

hal yang tidak kalah penting dalam bercerita adalah gerakan mata titik jangan sekali-sekali membiarkan mata melawan ke angkasa. Tataplah mata Udin secara bergantian karena dengan tatapan mata dapat menguasai seluruh audiens.



8.               Bergerak sesuai kebutuhan saja

 tangan tidak memegang benda-benda yang tidak berkaitan dengan cerita kecuali alat peraga. Mungkin kita pernah melihat orang yang sedang berpidato atau berceramah tangannya dimasukkan ke saku celana dan memegang kunci yang ada di saku celana itu sehingga kelihatan gerakan-gerakan titik dengan gerakan itu dikhawatirkan akan mengakibatkan konsentrasi anak atau organ menjadi tidak fokus.

 

9.               Tidak memutuskan cerita 

Dengan teguran misalnya ada anak sedang bermain, kemudian menunggunya maka cinta akan terputus. Lebih baik memasukkan teguran itu dalam cerita yang penting yang terputus dan juga tidak terputus jalan pikiran anak yang sedang asyik mendengarkannya.

 

10.            Jangan tergesa-gesa

Dengan tergesa-gesa maka pesan-pesan yang disampaikan tidak akan tercapai titik kesan dongeng sebuah hiburan juga akan hilang bahkan alur cerita tidak akan sempurna sehingga tujuan dongeng untuk mendidik memberikan tauladan dan hiburan tidak akan dinikmati secara sempurna.

 

11.            Pilihan kata

harus memakai kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak audience titik tidak semua anak anak yang mendengar dongeng mengerti dengan kata-kata asing seperti kata inovasi globalisasi mekanisme ide atau kata lainnya untuk memudahkan anak-anak mengerti dan diharapkan mendapatkan manfaat dari cerita yang kita sampaikan maka gunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak.

 

Tips mendongeng dengan cinta 

1.siapkan menu menarik

2. tersenyumlah 

3.hargai anak audiensi 

4.jadilah aktor 

5. bersahabat

 

Mempelajari suara-suara tertentu 

1. berlatih dengan cermin 

2 berlatih dengan melihat film 

3. berlatih dengan melihat alam

4. berlatih dengan melihat tokoh idola

 

 

Teknik mendongeng 

 

untuk menjadikan dongeng terkesan bagi anak-anak atau audience, maka dalam mendongeng perlu diperhatikan hal-hal yang mendukung sehingga dongeng lebih menarik menjadi penolong yang baik mendongeng yang baik tentu saja akan memberikan kesan yang baik juga buat yang mendengarkannya salah satu agar cara mendongeng itu baik maka bentuknya harus dapat menguasai materi dengan baik dan dapat membawakan dongeng dengan semenarik mungkin menjadi yang baik

1.     pastikan kondisi fisik benda benda dalam keadaan baik 

2.     berusaha berusaha untuk memfokuskan perhatian saat cerita 

3.     menghayati cerita dengan sungguh-sungguh 

4.     membuat singkatan cerita 

5.     menyiapkan dan menyusun gambar-gambar peraga 

6.     membuat puisi-puisi lagu kalau mampu 

7.     memilih adegan menarik 

8.     atur dan perhatikan artikulasi pengucapan kata-kata 

9.      komunikatif

10.   menjaga kerahasiaan jalan cerita 

11.   terbuka terhadap kritik dan saran 

12.  tidak menyimpang dari etika-etika 

13.  Bersedia belajar dari orang lain.

Hal yang harus diperhatikan saat mendongeng

Tidaklah menjadi jaminan orang yang sering berbicara di hadapan umum dapat tampil prima saat mendongeng dan dihadapkan anak-anak titik selain harus punya keahlian secara khusus, kita juga harus sering latihan minimal latihan sebelum pentas.

Menurut nowicki dan Duke, paling tidak ada 6 harus perhatikan untuk membantu kita ketika berhadapan dengan anak-anak yaitu sebagai berikut 

  1. pola dan irama bicara

Pola dan irama suara juga harus diatur dengan baik Oma kapan hari suara tinggi kapal suara rendah, kalau kita sedang marah maka suara harus tinggi dan kalau sedang sedih suara harus rendah atau suara setengah ditahan.

2.               Jarak jarak dengan audience

Jarak danau dan juga perlu diperhatikan jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat di usahakan berdiri di tengah-tengah atau berjalan-jalan di sekitar audiens.

 

3.               Gerak dan sikap tubuh

Gerak dan sikap tubuh kita juga menambah dongeng menjadi lebih menarik karena anak atau akan tahu bagaimana cara jalan orang baik dan bagaimana cara jalan orang jahat.



4.               Kontak mata

Usahakan kontak mata dengan audience sebelum memulai mendongeng, cobalah tatap seluruh mata audiensi dengan wajah tersenyum sekali-kali didekati satu persatu audiensi atau lebih mendekatkan diri dengan audience dan mereka pun akan merasa diperhatikan.

5.               Suara saat berbicara

Intonasi suara sangat penting dalam mendongeng karena hal ini yang menentukan apakah dongeng ini menarik atau tidak, suara harus sesuai disesuaikan dengan karakter orang yang ada dalam cerita, misalkan untuk orang baik-baik di jalan agak lembut dan biru bahwa, atau toko orang jahat suaranya tinggi badan agak serak-serak basah.

6.               Penampilan

Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah penampilan karena kesan pertama bagi audiens adalah melihat penampilan kita, cobalah memakai pakaian rapi dan harum baik memakai pakaian ciri khas suatu daerah, pakaian dengan memakai jas atau bisa juga pakai yang menandakan ciri khas pendongeng

 

C. Cara dan trik aman saat mendongeng 

Setiap beli bercerita tentu saja pendongeng menginginkan cerita yang didengarkan oleh anak-anak dengan baik dan tertib. Biasanya orang yang sudah ahli dalam mendongeng lah yang akan mampu melakukannya, sementara orang yang baru mendongeng akan terasa kikuk dan atau kaku, bahkan cenderung terbata-bata atau terputus-putus. Hal ini biasanya karena pendongeng belum siap secara mental atau belum siap dengan materi yang akan dibawakan titik selain itu, biasanya faktor kesehatan pun akan berpengaruh terhadap penampilan karena sakit fisiknya atau karena sakit perasaannya. Sering juga orang mengatakan bahwa dongeng itu mudah, walaupun pada kenyataannya tidak semua orang mampu melakukannya, seorang aktor hebat, pemain sinetron atau pemain sandiwara sekali pun belum tentu akan mampu bercerita di hadapan anak-anak dengan baik bahkan malah kelihatan kakut dan terlalu

Beda halnya dengan guru TK, Dia bercerita dengan sangat luas karena mereka sudah memahami bagaimana berita. Walaupun sebagian besar cinta ini bahkan kurang bervariasi misalnya antara suara dan b tidak terlihat

Kita juga harus memperhatikan bahwa dongeng bukalah bermain sandiwara atau guru yang sedang mengajar titik mendongeng adalah menuturkan cerita, maka syarat yang utama yang harus dikuasai pendongeng adalah menguasai dan hafalkan cerita yang disampaikan.

Bisa mendongeng biasa banyak sekali hal-hal yang akan mengganggu jalannya cerita, misalnya gangguan listrik mati anak menangis atau anak-anak bertanya tentang cerita yang sedang kita bawakan. Untuk meminimalisasi gangguan tersebut maka kita harus mempunyai beberapa trik agar selama berjuta tetap aman sebagai contoh kita sedang bercerita tentang ayam, tiba-tiba Ada anak ada anak berkata, “kaki ayam saya kemarin bertelur.”

Pertanyaannya tidak keluar dari cerita yang kita bawakan maka kita bisa menyambungkan pertanyaan tadi ke anak yang lainnya

 

 

“Ayo siapa lagi yang punya?”

Akan banyak anak menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda untuk menyempurnakan jawaban dari anak-anak tadi maka kita bisa jelaskan misalkan

“Setelah ayam dewasa atau besar nanti akan bertelur, seperti ayam punya si A.”

 

Kenali audiens

A.              Secara fisik

B.              Secara emosional

C.              Secara intelektual



A.              Secara fisik

 

1.     Usia 2 sampai 3 tahun

·       Berlari dan melompat

·       Belajar mengayuh sepeda roda tiga

·       Dapat membungkuk dengan mudah tanpa terjatuh

·       Dapat memanjat

·       Dapat memegang pensil seperti menulis. 

·       Dapat menjalankan permainan mekanik



2.     Usia 3-4tahun

·       Dapat berdiri dan melompat dengan satu kaki. 

·       Menangkap bola yang dipantulkan ke lantai.

·       mengayuh dengan sepeda roda tiga.

·       Gigi susu sudah lengkap 

·       naik dan turun tangga tanpa berpegangan

·       belajar memakai dan melepaskan pakaian sendiri

 

 

3.     Usia 4-5 tahun

·       Melompat-lompat kecil tempat.

·       menggantung berayun dan memanjat 

·       Dapak berguling ke depan 

·       Dapat berdiri satu kaki selama berapa saat. 

·       Suka menyanyi dan menari

 B.  Secara emosional

1.usia 2-3 tahun

·       Mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada dirinya

  • Takut dengan orang asing. 
  • memperlihatkan rasa cemburu 
  • Percaya dengan sebayanya. 
  • Memperlihatkan rasa empati pada teman bermainnya. 
  • Marah jika nilainya diganggu. 

2.usia 3-4 tahun 

  • sedikit sulit membedakan antara khayalan dan kenyataan
  •  membayangkan bayangan aneh tak dikenal dengan monster. 
  • Marah atau mengamuk jika keinginannya tak terpenuhi 
  •  dapat merundingkan pemecahan masalah
  • menjadi semakin mandiri. 

 

Usia 4-5 tahun 

  • Ingin menenangkan teman atau ingin bersama dengan teman 
  • Lebih siap untuk mengikuti peraturan 
  •  dapat ditinggal pergi oleh orang tua
  • Tanpa menangis. 
  • Dapat membedakan rangkaian dan kenyataan 
  • murung dan gelisah saat menghadapi masalah 
  • kadang keras kepala dan sangat menuntut.

C secara intelektual

1.Usia 2 - 3 tahun

·      dapat menyatakan nama, usia dan jenis kelamin sendiri 

·       mulai mengajukan pertanyaan 

·      mengatakan keinginan 

·      berbicara cukup baik sehingga orang asing pun dapat memahami sebagian besar kata-katanya.

2.usia 3-4 tahun

  • Mulai menyalin huruf-huruf besar. 
  • Dapat membedakan beberapa warna. 
  • Mengetahui sejumlah bilangan. 
  • Mulai memiliki konsep waktu 
  • dapat berbicara 

3 usia 4-5 tahun 

  • Memahami konsep waktu dengan lebih baik. 
  • Memahami konsep perhitungan dengan lebih baik 
  • membaca dapat membaca huruf dengan mengeja 
  • melakukan permainan kartu atau dengan papan 
  •  dapat menggunakan sendok dan garpu




 

The power of story telling

Kekuatan dongeng terhadap pembentukan karakter anak.

Mendongeng itu menyenangkan

Mendongeng bisa dikatakan kegiatan yang sangat sederhana, mudah, dan maknanya sangat luas. Namun kenyataannya, tidak semua orang mampu melakukannya. Mendongeng adalah bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu hal yang berkesan, menarik, punya nilai-nilai khusus serta punya tujuan khusus. Cerita dan dongeng punya tujuan yang sama yaitu menyampaikan pesan-pesan moral tanpa berkesan menggurui atau memaksakan pendapat.

Jenis-jenis dongeng

1. Dongeng binatang

2. Dongeng biasa

3. Lelucon atau anekdot

4. Dongeng berumus

Menurut Danardjaja dongeng adalah cerita rakyat lisan terdiri atas more, Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi di masa lampau dan dianggap suci oleh empunya cerita. Tokohnya adalah para dewa dan setting tempat di alam lain.

Legenda hampir sama dengan mite, hanya dianggap suci, tokohnya manusia dan terjadinya didunia tidak jarang para tokohnya sering dibantu oleh makhluk halus atau sebangsa jin.

Anti Aaerbe dan Stitch Thomson mengelompokkan dongeng dalam empat golongan besar.

1.Dongeng binatang

Dongeng binatang adalah dongeng dengan tokoh binatang peliharaan atau binatang liar. Binatang-binatang dalam cerita ini dapat berbicara dan berakal Budi pekerti seperti manusia. Di negara-negara Eropa binatang yang sering menjadi tokoh adalah rubah, di Amerika binatang itu adalah kelinci, di Indonesia binatang itu adalah kancil dan Filipina binatang itu adalah kera. Semua tokoh biasanya mempunyai sifat cerdik,licik dan jenaka.

2. Dongeng biasa

 Dongeng biasa adalah jenis dongeng dengan tokoh manusia dan biasanya adalah kisah suka suka seseorang misalnya dongeng Joko kendil,bawang putih bawang merah.

3.lelucon dan anekdot

Lelucon atau anekdot adalah dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengarnya maupun yang menceritakannya. Meski demikian, bagi masyarakat atau orang yang menjadi sasaran, dongeng ini dapat menimbulkan rasa sakit hati.

4.dongeng berumus

 Dongeng berumus adalah dongeng yang yang strukturnya terjadi terdiri dari pengulangan. Dongeng ini ini ada 3 macam yaitu itu dongeng bertimbun banyak (kumulative tales), dongeng untuk mempermainkan kan orang (catch tales), dan dongeng yang tidak mempunyai akhir (endless tales).

Katagori cerita atau kisah

1. satu kisah nabi dan rasul

2. kisah sahabat nabi

3. kisah para khalifah

4. kisah dari Alquran

Selain dongeng cerita kisah juga dibagi ke dalam beberapa kategori diantaranya sebagai berikut

1. Kisah nabi dan rasul

Kisah nabi dan rasul adalah kisah cerita yang menggambarkan bagaimana kehidupan para nabi dan rasul dari mulai dilahirkan atau diciptakan sampai akhir tugasnya atau meninggal dunia. Menggambarkan bahwa setiap nabi dan umatnya selalu mendapatkan tantangan dan ujian yang bermacam-macam sesuai karakter umat pada masanya. Misalnya kisah 25 nabi dan rasul Allah yang wajib kita ketahui dan kita imani

2. kisah sahabat nabi

Kisah sahabat nabi adalah kisah cerita yang menggambarkan bagaimana kehidupan para sahabat dari mulai lahir, semasa bersama Rasulullah dan setelah Rasulullah meninggal dunia. Juga gambaran tentang akidah dan keimanannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala titik serta kesetiaannya kepada Rasulullah dalam membantu menyebarkan Islam ke pelosok dunia. Walaupun nyawa sebagai taruhannya, demi agama Allah dan rasulnya mereka tidak segan-segan untuk menunaikannya. Misalnya, kisah abu bakar, Utsman, Umar bin Khattab dan sebagainya

3. Kisah para khalifah

Kisah para khalifah adalah kisah cerita yang menggambarkan masa kejayaan kaum muslimin titik diantara masa kejayaan itu terjadi ketika mereka berada di bawah payung khilafah berselimut syariat, dan menghirup udara segar ajaran Islam. Tak dipungkiri sinar kejayaan islam itu pernah bercahaya dari barat hingga timur. Misalnya kisah Khulafaur Rasyidin (Khalifah abu bakar, Umar, Usman, dan Ali) kisah khalifah Bani Umayyah dan khalifah Bani Abbas.

4. Kisah dari Alquran

Adalah kisah cerita yang diambil dari Alquran kita kisah ini mempunyai keistimewaan dalam hal cita-cita yang luhur, tujuan yang mulia, dan maksud yang agung tentang akhlak yang dapat menyucikan jiwa dan lainnya. Terkadang kisah-kisah tersebut diungkapkan dengan cara diskusi dan dalam kondisi yang mensyaratkan banyak hikmah dan pelajaran bagi kita. Terkadang juga diungkapkan dengan nada ancaman dan peringatan sebagaimana yang banyak terkandung dalam sejarah para rasul dan kaum mereka, bangsa-bangsa dan para penguasa.

Alquran juga menyampaikan tentang orang-orang yang memperoleh petunjuk, yang kemudian diberi kekuasaan di bumi ini oleh Allah.

Juga tentang orang-orang yang tersesat, yang kondisinya sangat mengenaskan, negeri-negeri mereka hancur dan mereka tertempa azab serta malapetaka titik Alquran menjadi pelajaran hidup orang-orang ini sebagai contoh yang mengajak manusia untuk merenungi dan mengagungkan isi dari Alquran itu sendiri titik kisah yang bisa kita ceritakan misalnya kisah nabi Adam, kisah tentang nabi Nuh, keluarga Imran, dan lain-lain.

B. Manfaat dongeng untuk anak

Mendongeng bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, tidak hanya untuk anak-anak, orang tua yang orang tua yang mendongeng atau guru pun sama-sama mendapatkan manfaat itik dongeng Riris Sarumpaet, dongeng bermanfaat bagi orangtua sebagai pendongeng, dan tentu saja untuk anak itu sendiri sebagai pendengar titik selain itu, dari berbagai cara untuk mendidik anak dongeng merupakan cara yang ampuh dan efektif untuk memberikan human touch atau sentuhan manusiawi dan sportivitas bagi anak. Allah memerintahkan kepada rasulnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk menceritakan tentang kisah nabi dan rasul terdahulu dengan umatnya Allah berfirman dalam Alquran “ceritakanlah hai Muhammad kisah Ibrahim di dalam alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi surah” Al Maryam:41

“Dan ceritakanlah hai Muhammad kepada mereka kisah Musa dalam Alkitab Alquran ini sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi surah al-(maryam ayat 51)

Dan masih banyak surah dan ayat lain agar nabi Muhammad menceritakan kejadian masa lalu kepada umatnya. Melalui dongeng juga jelajah cakrawala pemikiran anak akan menjadi lebih baik lebih kritis dan cerdas anak juga bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan hal yang mana yang tidak boleh ditiru.

5 manfaat dongeng untuk anak

1. merangsang kekuatan berpikir

2. sebagai media yang efektif

3. mengasah kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian

4. menumbuhkan minat baca

5. menumbuhkan rasa empati

1 merangsang kekuatan berpikir semua dongeng atau cerita memiliki alur yang baik yang membawa pesan moral, berisi tentang harapan cinta dan cita-cita sehingga anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Sebuah dongeng atau cerita harus bisa merangsang rasa ingin tahu anak, siapa tokohnya? Apa yang terjadi kemudian? Ke mana dia pergi? Apa yang dia lakukan anak akan tumbuh dan berkembang bersama dongeng yang didengarnya. Rangsang dan mengunggah kekuatan berpikirnya. Hal ini belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan iya dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak-anak dapat melatih kreativitas nya sendiri.

2. sebagai media yang efektif

Cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati tipe misalnya nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena dongeng tidak bersikap memerintah atau menggurui. Para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.

3. Kepekaan anak terhadap bunyi-bunyian

Saat mendongeng, bakat akrobatik suara sangat berguna titik bagaimana menirukan suara orang tua yang lemah dan gemetar, suara tokoh yang disegani, suara penjahat auman seekor singa suara monyet yang ketakutan, suara ayam berkokok, suara ayam berkotek, suara mobil, dan lainnya kita harus berusaha menghidupkan kata-kata yang dipilih pengarang dengan sangat cermat. Kata-kata bisa jadi sangat mengagumkan jika diucapkan dengan intonasi dan ekspresi yang berbeda hal ini akan mengasah pendengaran anak terhadap nuansa bunyi-bunyian.

4.Menumbuhkan minat baca

 dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak titik telah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku titik diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan sains agama dan sebagainya.

5. Menumbuhkan rasa empati orangtua

tentunya ingin anak-anak yang memiliki banyak pengetahuan yang berguna agar bisa memahami dan mempunyai rasa empati terhadap orang lain. Itulah manfaat mendongeng tokoh-tokoh dalam buku cerita atau yang disampaikan pendongeng akan terasa hidup. Anak akan terbiasa dan mampu membedakan tokoh yang satu dengan yang lainnya. Bahkan akan menjadikan tokoh yang baik menjadi idolanya Dengan memahami tokoh, anak akan memahami dirinya dia akan mulai berpikir dan akan mampu membedakan antara orang baik dengan orang jahat, orang tua dengan anak-anak, laki-laki dengan perempuan titik tentu saja akan menjadi pelajaran yang sangat berharga disaat anak tumbuh dewasa dia akan belajar menghormati perbedaan

Keberhasilan dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatif nya tapi juga kesadaran dan kemampuan pedoman untuk menyajikan secara menarik. Untuk itu kita dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita dengan sumber yang dapat dibaca oleh orang tua atau guru sebelum

Menurut hollowel, ada nama pak dongeng yang positif untuk anak, yaitu sebagai berikut.

1. Mengembangkan imajinasi dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam

2. Memuaskan kebutuhan ekspresi

3. Menanamkan pendidikan moral tanpa harus menggurui

4. Menumbuhkan rasa humor yang sehat

5. Persiapkan apresiasi sastra

6. Memperluas cakrawala khayalan anak.

Manfaat Dongeng untuk orang tua

Nuraini seorang penulis buku buku parenting mengatakan bahwa dongeng memberikan beberapa manfaat untuk anak titik pertama, menjadikan hubungan anak dan ibu semakin dekat titik kedua sebagai sarana yang efektif untuk memberikan nilai-nilai Tanpa mereka merasakan dinasehati secara langsung titik dan ketiga mencerdaskan anak baik secara EQ (emotional quotient) maupun SQ (spiritual quotient)

Sebagian besar manfaat dongeng tersebut diharapkan kepada orang tua atau guru untuk lebih mempelajari cara mendongeng yang baik tanpa lupa menambah ilmu dengan banyak membaca literatur dan selalu sabar agar pesan yang disampaikan dalam dongeng dapat diterima oleh anak dengan baik.

Manfaat dongeng bukan hanya dirasakan oleh anak-anak yang mendengarkan tapi juga bisa dirasakan oleh sang pendongeng baik orangtua maupun guru di antaranya sebagai berikut

1.menambahkan pengetahuan

 karena cerita sangat berpengaruh terhadap perkembangan imajinasi tingkah laku dan kata-kata anak maka orang tua atau guru tidak boleh bercerita dengan cerita yang sembarangan agar cerita yang disampaikan membawa manfaat kepada orang maka orang tua atau guru harus banyak membaca. Dengan sering banyak membaca maka secara otomatis orang tua atau guru akan bertambah ilmu dan pengetahuannya.

2. Dekat dengan anak dengan seringnya orang tua bercerita maka anak akan merasa diperhatikan selain itu, hubungan orang tua dan anak juga terjalin akrab karena terjadi interaksi dan komunikasi yang baik. Bahkan dapat menumbuhkan minat belajar anak memberi nilai tambah kepada anak mengarahkan secara benar mengisi tubuhnya dengan semangat dan motivasi yang meningkatkan kejeniusannya.

3. Mudah memberikan pelajaran kebiasaan baik dan terpuji yang disampaikan melalui dongeng itu kelak akan ditiru oleh anak-anak. Maka orang tua jangan menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Disaat inilah orang tua dengan mudah menyisipkan pesan moral atau pendidikan yang baik terhadap anaknya. Sungguh kasihan kalau anak tidak memiliki kenangan manis berupa dongeng dari orang tuanya, padahal mampu untuk memberikannya.

D. Kendala dongeng

menurut Nuraini biasanya beberapa kendala yang sering ditemui saat mendongeng adalah sebagai berikut.

1. . Tidak bisa mendongeng

Beberapa orang tua atau guru sering sekali kesulitan dalam membuat dongeng titik padahal membuat dongeng itu sangat mudah contoh kita melihat buah mangga dari buah mangga saja kita bisa membuat cerita berjam-jam atau belum lembar. Misalkan kita cerita tentang mangga Indramayu. Orang tua atau guru bisa bercerita rasa buah Indra bawa itu seperti apa bentuknya bagaimana bedanya dengan mangga yang lain apa di kota Indramayu itu di mana dan sebagainya

2. Malas

 orang tua malas mendongeng biasa karena kurang pengetahuan tentang dongeng, tidak peduli terhadap anak atau kurangnya literatur yang dibaca sehingga begitu kita-kita anak-anak sudah ngomong ah cerita itu kan sudah pernah didengar titik b sakit ketika mendengar kata-kata itu kita jadi malas untuk mendongeng titik dengan banyak kita menguasai dongeng dan banyak membaca literatur maka orang tua atau guru akan semakin rajin untuk menyampaikan cerita kepada anak-anak.

3. Sibuk

Mendongeng tidak harus lama tapi bagaimana isi dongeng itu bermanfaat dan mudah dimengerti jadi tidak ada istilah sibuk orang tua bisa mendongeng ketika anak mau tidur atau sedang dimandikan contoh ketika ketika memandikan anak, kita bisa menyampaikan cerita singkat tentang bahayanya kuman titik kuman sangat suka kepada anak yang tidak mandi titik kuman membuat badan gatal-gatal dan akan timbul bintik-bintik atau borok. Kuman bisa mati kalau mandi pakai sabun orang tua bisa tambahkan sedikit diskusi misalkan aku mau menangis dan kabur ketika ketika mandi pakai sabun aduh aku kapok Aku sakit aku pergi Aku takut dia pakai sabun mandi aku kamu aku tidak akan kembali lagi.

4.CAPEK

Tidak jarang terdengar keluhan yang keluar dari mulut orang tua atau guru nanti lagi ya ceritanya Ibu sedang capek ketika mendengar kata itu sebenarnya anak akan merasa kecewa. Mungkin suatu saat nanti kita tidak lagi diminta didongengkan atau akan terbentuk rasa balas dendam dalam dirinya

5.Mempunyai ide

aduh susah ya cari cerita bagaimana cari dinyamukin di antara orang tua atau guru pernah bertanya demikian titik padahal sepertinya sudah disampaikan sebelumnya membuat itu sangat mudah, bisa saja mengambil ide dari kehidupan binatang seperti makannya, kebiasaannya, mengapa berkelahi, dan sebagainya bisa juga tentang kebiasaan kita sehari-hari atau cerita tentang lingkungan di sekitar kita sangat banyak ide cerita yang bisa di orang tua atau guru dapatkan guna mendidik anak-anaknya untuk lebih baik.

Apa yang perlu diperhatikan seorang pendongeng sebelum mendongeng satu keinginan yang kuat untuk mendongeng 2 siap melakukan sehingga hasilnya tidak setengah-setengah 3 bersuara lantang dan jelas 4 mau melakukannya dengan benar 5 dapat menciptakan suasana akrab hangat dan gembira. Mendongeng dengan buku ada beberapa tips mendongeng dengan menggunakan buku di antaranya sebagai berikut 1 diawali dengan doa 2 buku yang sederhana 3 buku bergambar 4 menguasai materi cerita

Dongeng dengan boneka alat peraga berupa boneka sangat cocok digunakan untuk anak-anak usia 2 sampai 4 tahun karena anak sesuai ini lebih suka memperhatikan bonekanya atau perbedaan suara yang disampaikan pendongeng ketimbang dia memperhatikan atau mengikuti alur ceritanya. Menurut Simanjuntak boneka dapat digunakan sebagai alat peraga untuk membawakan cerita kepada anak-anak karena boneka merupakan objek yang dekat dengan mereka beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika kita mendongeng adalah

1. Menggunakan boneka

Memilih boneka-boneka yang menarik dan sesuaikan dengan jumlah tokoh yang ada dalam cerita usahakan antara boneka satu dengan lain berbeda baik dari bentuknya pakaiannya maupun warnanya titik bisa juga mereka yang kita bawa hanya satu digunakan sebagai teman diskusi, seperti yang dilakukan Kak Agus DS Oma kak ria enes dan pengen dong yang lainnya. Usahakanlah boneka yang kita bawa sebagai tokoh yang baik dan pintar

2 Memiliki suara yang berbeda

 dengan memiliki suara yang berbeda dongeng dapat menggunakan boneka akan lebih menarik dan dapat dinikmati anak-anak dengan baik.

3 Diskusi aja anak-anak

untuk diskusi baik dengan pendukungnya maupun dengan boneka yang dibawanya sehingga kita akan lebih hidup dan anak-anak akan merasa ikut terlibat dalam sebuah cerita misalkan boneka yang dibawa bernama Ahmad bisa bertanya tentang pakaian Ahmad, teman-teman baju Ahmad bagus tidak Ahmad sedang bermain sama siapa mau bertema dengan Ahmad tidak.

Tips tips agar dongeng menarik

11 tips agar dongeng menarik

1. diawali dengan doa

Setiap kita melakukan aktivitas tentu kita menginginkan aktivitas itu sukses. Kunci yang utama kesuksesan adalah memohon kepada Allah subhanahuwata’ala memohon melalui doa maka berdoalah insyaallah Allah kesuksesan akan diraih.

2. Berdiri berdiri di tempat strategis berdiri di tempat yang tepat sehingga semua pendengar dapat melihat dengan jelas.

3. Suara harus lantang

Suara harus lantang dan jelas tidak perlu berteriak untuk dapat dengan oleh semua anak sebagai audiens.

4.Penguasaan materi cerita

untuk menyajikan cerita dengan baik maka harus betul-betul menguasai ceritanya sehingga tahu kapan harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Jika sedang bercerita tentang seorang yang sedang marah maka harus benar-benar mendirikan orang sedang marah dengan muka agak sedikit seram.

5. Gerakan tubuh

Tunjukkan gerakan yang sesuai dengan cerita misalnya jika bercerita tentang seorang yang sedang berbisik bukanlah gaya orang sedang berbisik

7. Gerakan mata

hal yang tidak kalah penting dalam bercerita adalah gerakan mata titik jangan sekali-sekali membiarkan mata melawan ke angkasa. Tataplah mata Udin secara bergantian karena dengan tatapan mata dapat menguasai seluruh audiens.

8. Bergerak sesuai kebutuhan saja

 tangan tidak memegang benda-benda yang tidak berkaitan dengan cerita kecuali alat peraga. Mungkin kita pernah melihat orang yang sedang berpidato atau berceramah tangannya dimasukkan ke saku celana dan memegang kunci yang ada di saku celana itu sehingga kelihatan gerakan-gerakan titik dengan gerakan itu dikhawatirkan akan mengakibatkan konsentrasi anak atau organ menjadi tidak fokus.

9. Tidak memutuskan cerita

Dengan teguran misalnya ada anak sedang bermain, kemudian menunggunya maka cinta akan terputus. Lebih baik memasukkan teguran itu dalam cerita yang penting yang terputus dan juga tidak terputus jalan pikiran anak yang sedang asyik mendengarkannya.

10. Jangan tergesa-gesa

Dengan tergesa-gesa maka pesan-pesan yang disampaikan tidak akan tercapai titik kesan dongeng sebuah hiburan juga akan hilang bahkan alur cerita tidak akan sempurna sehingga tujuan dongeng untuk mendidik memberikan tauladan dan hiburan tidak akan dinikmati secara sempurna.

11. Pilihan kata

harus memakai kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak audience titik tidak semua anak anak yang mendengar dongeng mengerti dengan kata-kata asing seperti kata inovasi globalisasi mekanisme ide atau kata lainnya untuk memudahkan anak-anak mengerti dan diharapkan mendapatkan manfaat dari cerita yang kita sampaikan maka gunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh anak.

Tips mendongeng dengan cinta

1.siapkan menu menarik

2. tersenyumlah

3.hargai anak audiensi

4.jadilah aktor

5. bersahabat

Mempelajari suara-suara tertentu

1. berlatih dengan cermin

2 berlatih dengan melihat film

3. berlatih dengan melihat alam

4. berlatih dengan melihat tokoh idola

Teknik mendongeng

untuk menjadikan dongeng terkesan bagi anak-anak atau audience, maka dalam mendongeng perlu diperhatikan hal-hal yang mendukung sehingga dongeng lebih menarik menjadi penolong yang baik mendongeng yang baik tentu saja akan memberikan kesan yang baik juga buat yang mendengarkannya salah satu agar cara mendongeng itu baik maka bentuknya harus dapat menguasai materi dengan baik dan dapat membawakan dongeng dengan semenarik mungkin menjadi yang baik

1. pastikan kondisi fisik benda benda dalam keadaan baik

2. berusaha berusaha untuk memfokuskan perhatian saat cerita

3. menghayati cerita dengan sungguh-sungguh

4. membuat singkatan cerita

5. menyiapkan dan menyusun gambar-gambar peraga

6. membuat puisi-puisi lagu kalau mampu

7. memilih adegan menarik

8. atur dan perhatikan artikulasi pengucapan kata-kata

9. komunikatif

10. menjaga kerahasiaan jalan cerita

11. terbuka terhadap kritik dan saran

12. tidak menyimpang dari etika-etika

13. Bersedia belajar dari orang lain.

Hal yang harus diperhatikan saat mendongeng

Tidaklah menjadi jaminan orang yang sering berbicara di hadapan umum dapat tampil prima saat mendongeng dan dihadapkan anak-anak titik selain harus punya keahlian secara khusus, kita juga harus sering latihan minimal latihan sebelum pentas.

Menurut nowicki dan Duke, paling tidak ada 6 harus perhatikan untuk membantu kita ketika berhadapan dengan anak-anak yaitu sebagai berikut

1. pola dan irama bicara

Pola dan irama suara juga harus diatur dengan baik Oma kapan hari suara tinggi kapal suara rendah, kalau kita sedang marah maka suara harus tinggi dan kalau sedang sedih suara harus rendah atau suara setengah ditahan.

2. Jarak jarak dengan audience

Jarak danau dan juga perlu diperhatikan jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat di usahakan berdiri di tengah-tengah atau berjalan-jalan di sekitar audiens.

3. Gerak dan sikap tubuh

Gerak dan sikap tubuh kita juga menambah dongeng menjadi lebih menarik karena anak atau akan tahu bagaimana cara jalan orang baik dan bagaimana cara jalan orang jahat.

4. Kontak mata

Usahakan kontak mata dengan audience sebelum memulai mendongeng, cobalah tatap seluruh mata audiensi dengan wajah tersenyum sekali-kali didekati satu persatu audiensi atau lebih mendekatkan diri dengan audience dan mereka pun akan merasa diperhatikan.

5. Suara saat berbicara

Intonasi suara sangat penting dalam mendongeng karena hal ini yang menentukan apakah dongeng ini menarik atau tidak, suara harus sesuai disesuaikan dengan karakter orang yang ada dalam cerita, misalkan untuk orang baik-baik di jalan agak lembut dan biru bahwa, atau toko orang jahat suaranya tinggi badan agak serak-serak basah.

6. Penampilan

Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah penampilan karena kesan pertama bagi audiens adalah melihat penampilan kita, cobalah memakai pakaian rapi dan harum baik memakai pakaian ciri khas suatu daerah, pakaian dengan memakai jas atau bisa juga pakai yang menandakan ciri khas pendongeng

C. Cara dan trik aman saat mendongeng

Setiap beli bercerita tentu saja pendongeng menginginkan cerita yang didengarkan oleh anak-anak dengan baik dan tertib. Biasanya orang yang sudah ahli dalam mendongeng lah yang akan mampu melakukannya, sementara orang yang baru mendongeng akan terasa kikuk dan atau kaku, bahkan cenderung terbata-bata atau terputus-putus. Hal ini biasanya karena pendongeng belum siap secara mental atau belum siap dengan materi yang akan dibawakan titik selain itu, biasanya faktor kesehatan pun akan berpengaruh terhadap penampilan karena sakit fisiknya atau karena sakit perasaannya. Sering juga orang mengatakan bahwa dongeng itu mudah, walaupun pada kenyataannya tidak semua orang mampu melakukannya, seorang aktor hebat, pemain sinetron atau pemain sandiwara sekali pun belum tentu akan mampu bercerita di hadapan anak-anak dengan baik bahkan malah kelihatan kakut dan terlalu

Beda halnya dengan guru TK, Dia bercerita dengan sangat luas karena mereka sudah memahami bagaimana berita. Walaupun sebagian besar cinta ini bahkan kurang bervariasi misalnya antara suara dan b tidak terlihat

Kita juga harus memperhatikan bahwa dongeng bukalah bermain sandiwara atau guru yang sedang mengajar titik mendongeng adalah menuturkan cerita, maka syarat yang utama yang harus dikuasai pendongeng adalah menguasai dan hafalkan cerita yang disampaikan.

Bisa mendongeng biasa banyak sekali hal-hal yang akan mengganggu jalannya cerita, misalnya gangguan listrik mati anak menangis atau anak-anak bertanya tentang cerita yang sedang kita bawakan. Untuk meminimalisasi gangguan tersebut maka kita harus mempunyai beberapa trik agar selama berjuta tetap aman sebagai contoh kita sedang bercerita tentang ayam, tiba-tiba Ada anak ada anak berkata, “kaki ayam saya kemarin bertelur.”

Pertanyaannya tidak keluar dari cerita yang kita bawakan maka kita bisa menyambungkan pertanyaan tadi ke anak yang lainnya

“Ayo siapa lagi yang punya?”

Akan banyak anak menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda untuk menyempurnakan jawaban dari anak-anak tadi maka kita bisa jelaskan misalkan

“Setelah ayam dewasa atau besar nanti akan bertelur, seperti ayam punya si A.”

Kenali audiens

A. Secara fisik

B. Secara emosional

C. Secara intelektual

A. Secara fisik

1. Usia 2 sampai 3 tahun

• Berlari dan melompat

• Belajar mengayuh sepeda roda tiga

• Dapat membungkuk dengan mudah tanpa terjatuh

• Dapat memanjat

• Dapat memegang pensil seperti menulis.

• Dapat menjalankan permainan mekanik

2. Usia 3-4tahun

• Dapat berdiri dan melompat dengan satu kaki.

• Menangkap bola yang dipantulkan ke lantai.

• mengayuh dengan sepeda roda tiga.

• Gigi susu sudah lengkap

• naik dan turun tangga tanpa berpegangan

• belajar memakai dan melepaskan pakaian sendiri

3. Usia 4-5 tahun

• Melompat-lompat kecil tempat.

• menggantung berayun dan memanjat

• Dapak berguling ke depan

• Dapat berdiri satu kaki selama berapa saat.

• Suka menyanyi dan menari

 B. Secara emosional

1.usia 2-3 tahun

• Mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada dirinya

• Takut dengan orang asing.

• memperlihatkan rasa cemburu

• Percaya dengan sebayanya.

• Memperlihatkan rasa empati pada teman bermainnya.

• Marah jika nilainya diganggu.

2.usia 3-4 tahun

• sedikit sulit membedakan antara khayalan dan kenyataan

• membayangkan bayangan aneh tak dikenal dengan monster.

• Marah atau mengamuk jika keinginannya tak terpenuhi

• dapat merundingkan pemecahan masalah

• menjadi semakin mandiri.

Usia 4-5 tahun

• Ingin menenangkan teman atau ingin bersama dengan teman

• Lebih siap untuk mengikuti peraturan

• dapat ditinggal pergi oleh orang tua

• Tanpa menangis.

• Dapat membedakan rangkaian dan kenyataan

• murung dan gelisah saat menghadapi masalah

• kadang keras kepala dan sangat menuntut.

C secara intelektual

1.Usia 2 - 3 tahun

• dapat menyatakan nama, usia dan jenis kelamin sendiri

• mulai mengajukan pertanyaan

• mengatakan keinginan

• berbicara cukup baik sehingga orang asing pun dapat memahami sebagian besar kata-katanya.

2.usia 3-4 tahun

• Mulai menyalin huruf-huruf besar.

• Dapat membedakan beberapa warna.

• Mengetahui sejumlah bilangan.

• Mulai memiliki konsep wmaktu

• dapat berbicara

3 usia 4-5 tahun

• Memahami konsep waktu dengan lebih baik.

• Memahami konsep perhitungan dengan lebih baik

• membaca dapat membaca huruf dengan mengeja

• melakukan permainan kartu atau dengan papan

• dapat menggunakan sendok dan garpu


Komentar